Menjadi seorang Hafidz Qur'an yang hafal 30 juz, menjadi salah satu orang penting di negeri ini, berfoto selfie dengan background menara Eifel, menjadi seorang pengusaha sukses, melanjutkan kuliah di universitas ternama, atau memimpikan masuk surga?
Adakah orang tak punya mimpi? orang yang tak punya mimpi itu merugi. Padahal mimpi menjadi salah satu penyemangat hidup, padahal mimpi mendekatkan kita pada sang pemilik semesta, padahal mimpi meringankan. Seseorang yang tak punya mimpi seperti berjalan tak tahu arah, tak memiliki tujuan hidup, sia-sia dan melelahkan. Seseorang yang punya mimpi meringankan dari rasa lelah, putus asa dan sedih. Karena semangat yang tinggi maka rasa lelah, putus asa dan sedih hanya akan datang sementara.
Mimpi itu bagian dasar dari cita-cita, Salim A Fillah dalam bukunya "Jalan Cinta Para Pejuang" mengatakan bahwa cita-cita adalah mimpi yang bertanggal. Ada pepatah yang mengatakan bahwa mimpi itu bunga tidur. Mimpi hanya akan menjadi mimpi atau sekedar bunga tidur jika tak dirancang kapan terwujudnya. itulah beda antara mimpi dan cita-cita. Cita-cita memiliki level lebih tinggi dari mimpi.
Ketika mimpi sudah ditentukan dan direncanakan tanggalnya, maka itu telah berubah menjadi cita-cita. Sempurnakan cita-cita dengan langkah terbaik untuk menjemput dan meraihnya. Langkah terbaik itu pasti dengan doa dan usaha. Maka kenapa mimpi mendekatkan kepada sang pemilik semesta, karena setiap pemimpi terbaik tidak hanya berusaha, tapi berdoa dengan sepenuh jiwa. Ustadz Solikhin Abu Izzudin dalam bukunya "Happy ending full barokah" menuliskan cara meraih cita-cita dengan planning, perincian dan prioritasnya. Bagian terpenting dari cara meraih cita-cita adalah action atau tindakan nyata. Tanpa tindakan nyata maka cita-cita hanya akan tercipta dalam angan-angan belaka.
SELAMAT MENJEMPUT DAN MERAIH CITA-CITA KITAPenggalan syair cantik yang dikutip dari buku jalan cinta para pejuang
Di sana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh kedepan
dikala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya terpejam pekat saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi
lalu disepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati

0 komentar:
Posting Komentar