Senin, 23 Mei 2016

Sejarah Singkat Jalaluddin Rumi

Unknown

Jalaludin Rumi lahir di Balk (Afghanistan) pada tanggal 30 September 1207 M. Menurut istilah, Ayahnya adalah keturunan Abu Bakar bernama Bahauddin Walad. Ibunya berasal dari keturunan kerajaan Khwarazm.
Ketika berumur 3 tahun, Rumi dan keluarganya meninggalkan kota Balk menuju Khorasan. Ketika itu terjadi konflik dan perebutan kekuasaan di lingkungan kerajaan Khwarazm, menjelang penyerbuan tentara Mongol dibawah pimpinan Timur Lenk.
Dari Khorasan Rumi pindah ke Nishapur, disana ia bertemu dengan seorang penyair sufi bernama Fariduddin Attar. Attar meramalkan bahwa Rumi kelak akan menjadi masyur menyalakan api gairah ketuhanan di seluruh dunia. Attar menghadiahkan kitab tasawuf (Asar - Nama), karena terpesona akan kejeniusan Rumi.
Setelah mendengar kabar bahwa tentara Mongol telah berhasil menghancurkan Afghanistan, keluarga Rumi berpindah lebih jauh menuju Mekkah, Damaskus, Armenia, hingga tiba di Laranda - Turki. Di Laranda Rumi menikah dengan Jauhar Khatun dan dikaruniai seorang putra bernama Sultan Walad.
Pada tanggal 28 November 1244 M Rumi bertemu denan seorang darwisy berasal dari Tabriz bernama Syamsuddin. Pemahaman Syamsuddin tentang Tuhan, manusia, kesadaran kosmik dan makrifat, luar biasa mendalam. Rumi seakan-akan menemukan apa yang ia cari, dalam diri Syamsuddin. Demikian pula syamsuddin terhadap Rumi.
Setelah bertemu Syamsuddin, Rumi benar-benar tak bisa melepaskan diri untuk mengikuti jalan keruhanian yang ditempuh darwisy dari Tabriz itu. Akibat pertemuannya dengan Syamsuddin, Rumi tak memperhatikan sekolah yang dibinanya. Murid-muridnya terlantar, yang berakibat menimbulkan bibit kebencian kepada Syamsuddin.
Rumi mengalami kesedihan yang mendalam saat tewasnya Syamsuddin secara rahasia dan kehilangan seorang anaknya. Ia kemudian pergi mengembara ke Damaskus.  Di Damaskus Rumi bertemu dengan Salahuddin Zer-Kub, seorang pandai-emas. Tiap bunyi tempaan pukulan besi Salahuddin diatas lempengan emas itulah Rumi seperti mendengar suara Allah, Allah, Allah. Bunyi itu seakan-akan secara spontan mengajaknya berputar-putar menari seperti gangsing. Peristiwa inilah yang melahirkan tarekat Maulawi, para darwisy berputar menari diiringi musik hingga mencapai ektase. Salahuddin mempunyai daya ingat dan telinga yang tajam, serta ketangkasan memindahkan apa yang diucapkan Rumi ke atas kertas.
Jalaluddin Rumi meninggal pada tanggal 17 Desember 1273. Karya-karyanya luar biasa banyak, dan sangat mengagumkan. Arberry menghitung, kurang-lebih Rumi menulis sajak yang jumlah baitnya tidak kurang dari 34.662 bait dan terkumpul dalam Matsnawi (6 Jilid). Uraian Tasawufnya dapat kita temukan dalam Fihi Ma Fihi, maqalat, dan lain-lain. (Abdul Hadi W.M)

(Belajar Hidupdari Rumi - Haidar Bagir)

Unknown / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016. Template Designed By Templateism - T20 Schedule 2016